DUMAI - DumaiPortal.com - Pernyataan pemerintah melalui Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri Susilo Siswoutomo dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Rubi Rudiandini, yang meremehkan kemampuan anak bangsa (Pertamina) benar–benar menciderai nurani rakyat.
Tindakan Jero juga dinilai sudah diintervensi oleh pihak asing, oknum penguasa serta pemburu rente dengan menyerahkan kembali pengelolaan Blok Makaham Kalimantan Timur kepada Total E & P menuai kritikan dari rakyat. Negara telah dirugikan selama 43 tahun, namun pemerintah diam saja.
Ketua Serikat Pekerja–Kilang Minyak Putri Tujuh (SP–KMPT) Federasi Pekerja Pertamina Bersatu (FPPB), Khabibullah Khanafie di dampingi Sekretaris Umum, Selsius menyampaikan dalam jumpa Pers, Sabtu malam, 2/16/13 bahwa FPPB menuntut diskriminasi yang dilakukan pihak Jero dan staffnya.
“Tindakan Jero tidak sesuai UUD 1945 yang tertuang dalam Pasal 33 ayat 3. “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar–besar kemakmuran rakyat,“ Semestinya sumber daya alam yang terdapat dari Sabang sampai Merauke dikuasai oleh negara dan pemanfaatannya diperuntukkan demi kemakmuran rakyat,” terang Khanafie
“Jero Wajik juga melakukan tekanan terhadap Pertamina dengan mengatakan bahwa Pertamina tidak mampu dan akan bangkrut kalau mengelola Blok Mahakam. Ini adalah pernyataan seorang Menteri yang menciutkan niat BUMN yang sejatinya mampu mengelola asset dan menjadi operator Blok tersebut,” lanjutnya.
Khanafie prihatin dengan kondisi rakyat yang telah letih menderita, sudah terlalu lama dijajah kaum liberalisme Migas. Mengeruk dan berfoya–foya atas kekayaan Migas yang seharusnya dinikmati anak negeri, tetapi justru dinikmati segelintir orang dan kelompok tertentu saja.
“Pemerintah juga telah melakukan pembohongan publik dengan cara memanipulasi angka jumlah cadangan yang hanya tinggal 2 TCF melalui SKK Migas. Sementara paparan dari Total (perusahaan, red), cadangan minyak tersebut masih 5 TCF per 2017. Menteri ESDM telah mengkhianati bangsa dengan menjadi antek asing demi keuntungan pribadi,” paparnya.
“Bebaskan negeri ini dari penjajahan Migas oleh asing dan antek–anteknya. Kembalikan kedaulatan energi nasional ke tangan anak bangsa. Beri kesempatan kepada perusahaan di negeri ini untuk mengelola Migas yang ada sebagai Nasional Oil Company (NOC) di negerinya sendiri,” ujar Khanafie.(dpo-03)
Judul : Blok Mahakam Lepas, Dominan Intervensi Asing
Deskripsi : DUMAI - DumaiPortal.com - Pernyataan pemerintah melalui Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri Susilo Siswoutomo dan Kepala Satuan Kerja Khu...