DUMAI - DumaiPortal.com - Kebijakan pemerintah yang cenderung kembali menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada pihak asing dinilai adanya intervensi asing, oknum penguasa dan pemburu rente. Kebijakan yang menyengsarakan rakyat ini mendapat kecaman keras Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu.
Ketua Serikat Pekerja–Kilang Minyak Putri Tujuh kota Dumai, Khabibullah Khanafie didampingi Sekretaris Umum, Selsius menyampaikan pernyataan sikap saat jumpa pers, Sabtu (16/2/13). Khanafie mengancam pihaknya melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka demi rakyat tidak dipenuhi.
Khadafie meminta pemerintah agar segera memutuskan kontrak Blok Mahakam dengan Total P&E dan Inpex Coorporation melalui Peraturan Pemerintah atau keputusan Menteri yang diterbitkan secara terbuka beberapa waktu lalu.
“Menunjuk dan mendukung penuh Pertamina sebagai BUMN untuk mengelola dan menjadi operator Blok Mahakam serta membebaskan kontrak Blok Mahakam dari perburuan rente dan upaya meraih dukungan politik dan logistik guna memenangkan pemilihan Caleg/ Pilpres 2014 mendatang,” terangnya.
Khadafie berharap pejabat–pejabat pemerintah yang menjadi kaki tangan asing dapat dikikis habis karena telah telah berupaya untuk memanipulasi informasi dan melakukan pembohongan publik baik dengan sengaja atau tidak, secara langsung atau tidak serta telah merendahkan martabat bangsa dan melecehkan kemapuan SDM bangsa sendiri dan BUMN khususnya Pertamina.
“Bebaskan negeri ini dari penjajahan Migas oleh asing dan antek–anteknya. Kembalikan kedaulatan energi nasional ke tangan anak bangsa. Berikan kesempatanm kepada perusahaan di negeri ini untuk mengelola Migas yang ada sebagai national Oil Company (NOC) di negeri sendiri,” lanjut Khadafie.
“Pihaknya juga mendorong dan mendukung KPK untuk terlibat aktif mengawasi proses penyelesaian status kontrak Blok Mahakam secara menyeluruh serta kontrak–kontrak sumber daya alam lainnya,” lanjut Khadafie.
Khadafie mengatakan pihaknya menuntut pemerintah agar dalam menentukan Direksi Pertamina tidak digunakan untuk kepentingan yang jauh dari etika bisnis, apalagi menjadi transaksi dagang sapi menuju 2014.
“Direksi Pertamina haruslah yang profesional dan memiliki jiwa merah putih serta berpihak kepada rakyat. Jika tidak segera dilakasanakan, maka Pekerja Pertamina Refinery Unit II Dumai ancam akan lakukan mogok kerja sesuai instruksi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu,” ancam Khadafie.(dpo-03)
Judul : Serikat Pekerja Pertamina Ancam Mogok Kerja
Deskripsi : DUMAI - DumaiPortal.com - Kebijakan pemerintah yang cenderung kembali menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada pihak asing dinilai adanya...