Hawkwap - PT Pertamina mengaku sedang mencari waktu yang tepat untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp1.500 di tahun ini. Sebab, perseroan telah mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun pada tahun lalu.
"Kami memang sedang memikirkan waktu yang tidak lama untuk mengurangi kerugian Pertamina. Namun, nanti kami sampaikan dan sosialisasikan bila sudah waktunya," kata Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina saat ditemui di Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu 13 Februari 2013.
Ali menuturkan, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji 12 kilogram, karena diperkirakan kenaikan itu akan menutup kerugian Pertamina sebesar sekitar satu triliun lebih. "Angka kenaikan yang kami perhitungkan itu sebesar Rp1.500," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, elpiji ini memang tidak disubsidi pemerintah karena ini dikonsumsi masyarakat kelas menengah ke atas.
Ali mengaku, perusahaan minyak ini sudah menjual elpiji 12 kg ini kepada masyarakat Rp5.850 per kg atau sekitar Rp70.200 per tabung. Jika harga elpiji dinaikkan sebesar Rp1.500, harga gas per tabung ini akan menjadi Rp88.200 per tabung.
Dia berasumsi, kenaikan harga elpiji ini akan mengurangi kerugian Pertamina sekitar Rp1,7 triliun. Pertamina juga bisa mengalihkannya untuk pembangunan infrastruktur lainnya.
"Kalau elpiji naik Januari, kerugian yang ditutup sekitar Rp2 triliun. Tapi, karena tidak naik Januari, kerugian yang akan tertutup sekitar Rp1,7 triliun. Kami bisa alihkan kepada pembangungan infrastruktur untuk distribusi BBM, elpiji, dan tangki penimbun sehingga stok nasional bisa terpenuhi," kata dia.
LPG 3 Kilo Tidak Naik
Sementara itu, isu kenaikan harga gas elpiji 3 kilo yang beredar di masyarakat dibantah Pertamina. Alasannya, stok elpiji masih normal. "Beberapa isu kenaikan elpiji 3 kilo sudah kami cek di berbagai agen. Ternyata, tidak benar," kata Ali.
Ali menambahkan, persediaan elpiji normal 100 persen. Jika ada kelangkaan, hal ini mungkin disebabkan oleh cuaca buruk yang sempat melanda Indonesia. "Kalau ada kelangkaan, mungkin ini karena gangguan cuaca seperti bulan Desember dan awal Januari kemarin. Sekarang tidak," ujarnya.
Lagipula, Ali mengapresiasi aparat kepolisian yang telah melaporkan adanya agen 'nakal' di daerah Kudus, Jawa Tengah.
Pertamina juga akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memperketat pengawasan di berbagai tempat, terutama di agen penjual elpji karena mereka menganggap tempat itu adalah tempat yang paling rawan.
Judul : Harga Elpiji 12 Kilogram Bakal Naik? (Berita Nasional)
Deskripsi : Hawkwap - PT Pertamina mengaku sedang mencari waktu yang tepat untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp1.500 di tahun ini. Seb...