Hawkwap - Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Adhyaksa Dault menjelaskan duduk perkara pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang saat diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Andi Alfian Mallarangeng.
Adhyaksa menuturkan, saat menjabat sebagai Menpora periode 2004-2009 sudah dilimpahi pembangunan proyek yang berlokasi di Sentul, Bogor oleh Dirjen Olah Raga. Saat itu pelimpahan sudah berupa aset tanah, gedung utama, masjid, beberapa rumah yang sudah dipagar.
"Pada 18 Oktober 2005 saya mengatakan stop pembangunannya karena ternyata sertifikatnya tidak ada," kata Adhyaksa usai menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa 18 Desember 2012.
Selanjutnya terang Adhyaksa, pada September 2009 mulai disusun anggaran untuk pembangunan sekolah olah raga berdasarkan masterplan tahun 2006 senilai Rp125 miliar. Adhyaksa pun mengarahkan agar bangunannya hanya dua lantai, mengingat struktur tanah di Bukit Hambalang.
"Pada September 2009 itu kami anggarkan melalui DPR Rp125 miliar, namun dibintangi. Dan tidak boleh dicairkan selama sertifikatnya belum terbit," terangnya.
Sampai akhir masa jabatannya sebagai Menpora pada Oktober 2009, tidak ada satu bangunan pun di Bukit Hambalang karena sertifikat tanah Hambalang belum juga keluar. Dia mendapat laporan bahwa Probosutedjo selaku pemilik PT Buana Estate, memiliki bagian tanah di lokasi itu dan tidak mau melepaskan HGU-nya.
"Saya tidak tahu karena setelah tahun 2009 serfitikat itu keluar, dan itu bukan lagi urusan saya," ucapnya. (umi)
Saat dimintai pendapatnya apakah penetapan Menpora Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka kasus Hambalang sudah tepat. Adhyaksa sumringah. "Ah itu mah pendapat
ente saja," ujarnya sembari tersenyum.
Judul : Mantan Menpora Ungkap Pelaksanaan Proyek Hambalang (Berita Nasional)
Deskripsi : Hawkwap - Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Adhyaksa Dault menjelaskan duduk perkara pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelat...