Hawkwap - Pemerintah mengklaim dapat menghemat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga triliunan rupiah per tahun. Syaratnya, pengawasan BBM menggunakan sistem berbasis teknologi dan informasi (IT).
Rencananya, sistem ini akan diberlakukan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada 2013.
"Kalau kami gunakan IT, bisa hemat anggaran Rp10 triliun," kata Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 26 Desember 2012.
Hatta menjelaskan, dengan sistem teknologi itu, petugas SPBU dapat mengetahui berapa kapasitas pengisian BBM pada sebuah kendaraan. Dia pun mencontohkan penerapan teknologi ini pada sebuah perusahaan nasional.
"Anda bisa membayangkan SPBU-nya. Kalau misalnya kendaraan transportasi umum dalam satu hari biasanya isi 30 liter, dan tiba-tiba mengisi 100 liter itu tidak benar. Nah, dengan IT ini bisa terekam, tidak bisa lebih dari 30 liter, sistem ini sudah diterapkan perusahaan lain," jelasnya.
Untuk melaksanakan penerapan sistem IT ini, Hatta sudah menunjuk PT Pertamina untuk segera merealisasikannya. "Kami minta 2013 dan mereka (Pertamina) pasti mampu," tegasnya.
Sebelumnya, Pertamina berencana untuk memasang sistem IT untuk mengawasi penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi yang terus melonjak. Alat yang bernama Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMP) ini dianggarkan Rp800 miliar.
Kini, sistem IT itu tengah diuji coba di Kalimantan Tengah. Dengan sistem ini, Pertamina dapat mencatat semua transaksi BBM di SPBU secara akurat, dari perilaku pembelian pelanggan, baik volume, waktu, lokasi SPBU, dan kewajaran pembelian.
Judul : Awasi Pembelian BBM, Semua SPBU Dipasang Alat Khusus (Berita Nasional))
Deskripsi : Hawkwap - Pemerintah mengklaim dapat menghemat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga triliunan rupiah per tahun. Syaratnya, pe...