
DUMAI – DumaiPortal.com - Dalam rangka menginformasikan POS (Prosedur Operasi Standar) UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2012/2013, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menggelar sosialisasi UN untuk siswa mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK diseluruh Kabupaten/Kota yang ada di Riau. Kali ini, Disdik Riau menggelar sosialisasi UN di Kota Dumai yang dipusatkan di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai, Kamis (14/3/2013) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Drs H. Sya’ari, dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2013) membenarkan bahwasanya, besok (Kamis,red) Disdik Riau akan menggelar sosialisasi UN untuk semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Menurutnya, sosialisasi UN ini memang perlu dilaksanakan mengingat pelaksanaan ataupun penyelenggaraan UN pada tahun ajaran (TA) 2012/2013 ini sangat jauh berbeda dibanding pada tahun–tahun sebelumnya. “Dimana, salah satu perbedaannya ialah peran Perguruan Tinggi (PT) pada pelaksanaan UN. Yakni, jika tahun lalu, Perguruan Tinggi hanya sebagai pemantau, maka pada UN tahun ini Perguruan Tinggi menjadi penyelenggara UN yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah,” ujar Sya’ari.
Lanjut Sya’ari, Peran PT yang lainnya ialah soal UN dari Provinsi langsung diantar oleh PT ke Kabupaten/Kota dan sesampainya di Kabupaten/Kota soal–soal UN tersebut disimpan dan dijaga langsung oleh PT dan pihak Kepolisian. Selanjutnya, pada pelaksanaan nantinya soal–soal UN tersebut dari sekolah akan dijemput langsung oleh PT dan dikumpulkan dan dijaga oleh PT bersama pihak Kepolisian. Yang kemudian setelah UN selesai maka soal–soal UN tersebut akan kembali diantar oleh PT ke Provinsi Riau.
“Selain itu, perbedaan lainnya adalah berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan UN. Dimana untuk tahun ini, setiap siswa dalam satu ruangan ujian akan memperoleh soal berbeda. Jadi, tidak ada lagi istilah paket soal seperti tahun lalu. Tahun ini setiap siswa akan memperoleh soal yang berbeda, artinya jika satu ruang terdapat 20 siswa, maka akan ada 20 model soal yang sudah diberi kode tersendiri,” papar Sya’ari.
Dijelaskannya juga, soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) akan menjadi satu naskah dan baru dirobek setelah siswa selesai menjawab soal UN. Soal dan LJUN tersebut memiliki kode tersendiri yang baru dapat diketahui setelah melalui scan barcode. “Jadi siswa diminta hati-hati dalam merobek LJUN setelah selesai menjawab soal, sebab dikhawatirkan robekan yang dilakukan siswa bisa merusak LJUN,” harapnya. (dpo-03)
Judul : Kadisdik Dumai Sosialisasi Ujian Nasional
Deskripsi : DUMAI – DumaiPortal.com - Dalam rangka menginformasikan POS (Prosedur Operasi Standar) UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2012/2013, maka D...