
DUMAI - DumaiPortal.com - Kegiatan Walikota yang secara terbuka meresmikan sekaligus mensosialisasikan Dugem sehat di Pub Freedom Club Hotel Horizon Sabtu malam (9/3/213) lalu sangat disayangkan berbagai elemen masyarakat Dumai. Hal ini dipandang tidak sesuai dengan azas budaya melayu yang berazaskan Islam.
Menurut Zakaria, salah seorang anggota Persatuan Muballigh Dumai (PMD) kepada awak media melalui telepon genggam Rabu (13/3/2013), "Club malam itu pasti ada wanita seksi, memakai rok mini. Dan sangat tidak mungkin di club malam tidak ada minuman beralkohol. Memang bisa saja narkoba tidak ditemukan, tetapi esensinya tetap saja dugem adalah tempat orang berbuat maksiat," terangnya.
"Agama melarang itu, dan secara hukum Islam kegiatan itu haram. Saya belum memahami konsep dugem sehat yang ditawarkan Walikota Dumai dalam rangka memberantas narkoba pada dunia gemerlap malam (dugem)," lanjut Zakaria yang juga Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dumai.
"Secara umum, tidak dibenarkan kita mendatangi tempat-tempat hiburan yang syarat akan kegiatan maksiat. Kalau seorang pimpinan saja mendatangi tempat itu, lalu bagaimana dengan masyarakatnya. " ujar Zakaria yang saat ini menjabat sebagai Kasi Haji di Kementerian Agama (Kemenag) Dumai.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Kerjasama Gereja-Gereja Dumai (BKGD), Pdt Richard Hutasoit pada hari yang sama. Ia mempertanyakan semangat yang mendasari Walikota Dumai, Khairul Anwar telah meresmikan "Dugem Sehat Tanpa Narkoba" secara terbuka itu.
"Saya justru bertanya, apa sebenarnya yang mendasari semangat kepala daerah meresmikan Dugem Sehat. Apakah walikota tidak paham bahwa dugem itu aktivitas yang merusak moral..?," ujar Pdt.Richard Hutasoit menyayangkan kebijakan dan aksi Walikota Dumai yang mendatangi Pub Freedom Hotel Horizon tengah malam.
Lebih tegas lagi Pdt.Richard Hutasoit, menyatakan BKGD tidak menyetujui kebijakan Pemko Dumai meresmikan "Dugem Sehat". "Kami tidak setuju. Apa pun alasanya, dunia gemerlap itu merusak moral."Sadarkah walikota, bahwa sebagai kepala daerah itu, beliau adalah imam warganya. Artinya, sebagai imam, beliau menjadi panutan dan idola masyarakatnya. Nah, kalau sang panutan saja berani masuk club malam, bagaimana dengan generasi muda-nya." lanjutnya. (dpo-03)
Judul : BKGD dan PMD Dumai Sesalkan 'Dugem' Walikota
Deskripsi : DUMAI - DumaiPortal.com - Kegiatan Walikota yang secara terbuka meresmikan sekaligus mensosialisasikan Dugem sehat di Pub Freedom Club Hotel...