EL-ARISH - Pemerintah Mesir melaporkan, mantan pasukan Israel, Andre Pshenichnikov, akan ditahan selama 15 hari untuk diselidiki. Pshenichnikov yang mengaku sebagai pembela Palestina itu ditangkap pasukan Mesir karena masuk ke Sinai tanpa izin.
Pria berusia 24 tahun itu sudah ditahan sejak Jumat pekan lalu, namun berita mengenai penangkapannya baru diumumkan kemarin. Penyelidikan dilakukan aparat keamanan Mesir di Kota Sharm el-Sheikh dan saat itu, keluarga Pshenichnikov mengaku, mantan sersan pasukan Israel itu ingin masuk ke Jalur Gaza lewat Sinai. Demikian, seperti diberitakan Associated Press, Rabu (2/1/2013).
Informasi mengenai Pshenichnikov muncul pada Juni 2012 dan menjadi fenomena yang cukup unik. Imigran Yahudi asal Tajikistan tersebut sempat ditahan oleh Israel karena membela warga Palestina di kamp pengungsi Deheishe.
Di kamp itu pulalah, Pshenichnikov menyatakan keinginannya untuk menjadi warga Palestina dan hidup di Tepi Barat. Pshenichnikov berada di Eropa pada Juni 2012, dan sudah bercita-cita mendatangi wilayah Palestina dari Eropa.
"Saya membenci Zionis, saya ingin menjadi bagian dari gerakan perlawanan Palestina. Saya meminta seluruh warga Israel yang mendukung eksistensi Negara Palestina agar melakukan hal yang sama dengan saya, datang dan hidup di Tepi Barat atau Gaza," ujar Pshenichnikov.
Keluarga Pshenichnikov bermigrasi ke Israel di saat Pshenichnikov masih berusia 13 tahun. Israel pun memberikan kewarganegaraan secara otomatis bagi setiap orang yang beragama Yahudi.
Saat ini, Pshenichnikov dituduh melakukan aksi mata-mata di Sinai dengan mengumpulkan informasi fasilitas militer Mesir. Israel pun sudah membantah eksistensi Pshenichnikov sebagai anggota militernya.(AUL)
Judul : Mantan Pasukan Israel Pro-Palestina Ditahan 15 Hari
Deskripsi : EL-ARISH - Pemerintah Mesir melaporkan, mantan pasukan Israel, Andre Pshenichnikov, akan ditahan selama 15 hari untuk diselidiki. Pshenichni...