Hawkwap - Forum Pegawai Merpati (FPM) mengadakan unjuk rasa di ruang direksi Merpati Nusantara Airlines, seraya menuntut Direktur Utama Merpati, Rudi Setyopurnomo, untuk mundur dari jabatannya. Bahkan FPM menyegel ruangan dirut Merpati karena Rudi enggan berdialog.
Ketua Dewan Pembina FPM, Eri Wardana, menjelaskan ada empat alasan kenapa karyawan Merpati yang tergabung dalam FPM menuntut Rudi mundur dari jabatannya. Pertama, Rudi menyebarkan fitnah kepada manajemen Merpati yang lama.
Rudi, katanya, mengumpulkan karyawan Merpati secara parsial lalu diduga melakukan
black campaign kepada manajemen yang lama dalam presentasinya kepada beberapa karyawan.
"Kami ingin dengar presentasi dirutnya, karena kami dengar ada fitnah penggelapan Rp800 juta oleh humas lama serta sogok-menyogok Rp5 miliar ke DPR. Ini terkait internal Merpati, yang menyatakan manajemen sebelumnya merugikan perusahaan," katanya saat dihubungi
, Selasa 19 Februari 2013.
Sedangkan alasan kedua adalah kesejahteraan pegawai Merpati. Pembayaran gaji pegawai Merpati dicicil dalam empat kali dalam sebulan, namun fasilitas direksi Merpati dibayar penuh. FPM telah klarifikasi ke manajemen dan menyatakan direksi Merpati menerima gaji 10 persen, namun tunjangan fasilitas jabatan dibayar penuh.
"Gaji dirut Merpati sekitar Rp30 jutaan, cuma dapat 10 persen dan tunjangan mendapatkan 40 jutaan dan dapat penuh. Kami hitung direksi mendapatkan gaji 7 persen, sedangkan gaji karyawan dicicil 20-40 persen.
Senses of crisis direksi Merpati tidak ada," katanya.
Alasan ketiga adalah Rudi menyampaikan kepada DPR bahwa kegiatan FPM kurang tepat dengan melakukan audensi dengan Komisi VI DPR-RI. FPM sebelumnya bersama komisi VI DPR melakukan rapat dengar pendapat (RDP), dan memaparkan kinerja Merpati.
"Pak Rudi sampaikan ke DPR, bahwa yang disampaikan karyawan tidak pas. Kami minta klarifikasi statemen Rudi tidak pas itu maksudnya apa, apakah kegiatan FPM tidak pas atau datanya, tidak jelas," kata mantan VP Corporate Planning Merpati ini.
Sedangkan alasan terakhir adalah mempertanyakan pengurangan rute yang bekerjasama dengan Pemda Merauke. "Dalam perjanjian dengan pemda Merauke pesawat Merpati terbang sekali setiap hari, lalu dikurangi sama dia menjadi tiga kali dalam seminggu. Jadi Pemda Merauke merasa dibohongi," katanya.
FPM pada hari ini meminta audensi dengan dirut Merpati untuk menjawab empat poin masalah Merpati. Poin-poin tersebut, katanya, telah disampaikan secara resmi melalui surat FPM.
"Kami dari pagi menunggu dirut Merpati untuk audensi, tapi tidak mau menemui. Jam 11 Dirut keluar dikawal oleh
security," katanya. FPM lalu menyegel ruangan kerja dirut Merpati.
Saat dikonfirmasi, Dirut Merpati, Rudi Setyopurnomo membantah ada aksi unjuk rasa dan penyegelan di ruangannya. "Tidak ada," kata Rudi dalam pesan singkat.
Sementara itu,
Senior Vice Present Corporate Secretary Merpati, Herry Saptanto, menjelaskan tidak ada aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan Merpati. "Salah satu serikat pekerja ingin silaturahmi ke direksi hari ini, tetapi direksi belum bisa," katanya dalam pesan singkat
Judul : Forum Pegawai Segel Ruang Kantor Dirut Merpati (Berita Nasional)
Deskripsi : Hawkwap - Forum Pegawai Merpati (FPM) mengadakan unjuk rasa di ruang direksi Merpati Nusantara Airlines, seraya menuntut Direktur Utama Me...