DUMAI - DumaiPortal.com - Tingginya curah hujan Kamis dinihari serta buruknya drainase menyebabkan genangan air yang merendam perkampungan warga butuh waktu lama untuk surut. Terbukti, sejumlah kawasan perkampungan warga hingga Jum'at (24/8) siang kemarin masih tergenang air.
Berkaitan dengan masih menggenangnya air yang bercampur dengan sampah, sejumlah warga mengaku sudah mulai terserang penyakit gatal-gatal. Mereka memastikan penyebabnya adalah genangan air itu.
"Anak-anak saya sudah pada gatal-gatal. Kerjanya menggarut saja," ujar seorang ibu di Kampung Baru. Warga ini berinisiatif hanya mencari salep untuk mengobati anaknya.
"Kita tak tahu juga bagaimana mengatasinya. Juga belum ada bantuan atau perhatian dari pihak pemerintah," ujarnya
Sebagaimana terpantau di Kelurahan Teluk Binjai, sebagian besar kawasan yang terendam masih digenangi air. Seperti perumahan warga di sekitar Pasar Senggol. Karena kerendahan dan sistem drainasenya pun buruk menyebabkan genangan air masih bertahan.
"Biasanya seharian langsung kering, tapi sekarang sudah dua malam airnya tidak habisnya juga. Tidak ada masalahnya lagi sekarang," ujar Umar, seorang warga yang tinggal di Kampung Baru.
Kondisi yang sama juga terjadi pada beberapa pemukiman di Kelurahan Rimba Sekampung, Bintan dan Sukajadi. Warga tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu genangan air menyurut.
"Ya, terpaksa menunggu air surut dulu, baru bisa membersihkan pekarangan ini. Sekarang lamanya betul airnya surut," kata warga di Jalan Bintan.(dpo)
Judul : Warga Keluhkan Dampak Banjir
Deskripsi : DUMAI - DumaiPortal.com - Tingginya curah hujan Kamis dinihari serta buruknya drainase menyebabkan genangan air yang merendam perkampungan w...