DUMAI - DumaiPortal.com – Jalan lintas Dumai-Pekanbaru makin tidak aman bagi angkutan produk perusahaan. Seperti yang dialami Wilmar Group Dumai. Angkutan pupuk milik perusahaan ini seringkali menjadi korban aksi rampok di jalanan. Sepanjang tahun 2011 sebanyak lima truk pupuk dirampok. Kejadian terakhir terjadi 4 Pebruari lalu, sebuah truk bermuatan 600 karung pupuk hilang dalam perjalanan.
Meski pihak Wilmar sudah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, namun belum satu pun yang terungkap. “Semua kejadian tersebut sudah kita laporkan ke pihak berwajib,” ujar Manumpak Manurung, Humas Wilmar Group Dumai.
Sebagian besar aksi rampok terhadap truk yang membawa pupuk sawit terjadi di ruas jalan Pinggir dan Kandis. Umumnya aksi rampok yang sering menggunakan senjata api itu terjadi malam hari. Truk yang sarat dengan muatan pupuk yang tidak bisa laju menyebabkan kawanan rampok ini dengan mudah menjalankan aksinya.
“Sepanjang tahun 2011 sebanyak lima truk yang menjadi korban,” jelas Manurung, Rabu (29/2/12).
Aksi rampok terakhir terjadi Sabtu (4/2) malam. Truk toronton yang dikemudikan Mukito (51) disatroni rampok saat tengah lewat di ruas jalan Pinggir. Toronton dengan nomor polisi BL 9943AA yang membawa 600 karung pupuk itu dicegat di tengah jalan. Sang sopir di tinggalkan di pinggir jalan, sementara truk bersama muatannya dilarikan kawanan rampok.
"Kejadian perampokan ini kelasnya sudah mafia. Sebab kejadian ini juga tak kunjung terbongkar. Kami selaku perusahaan sangat mengharapkan upaya kepolisian untuk memberikan rasa aman bagi kendaraan milik perusahaan di jalanan," ujarnya.
Disebutkan Manurung pula, dari sejumlah aksi rampok tersebut belakangan diketahui adanya keterlibatan sopir. Hal itu diketahui setelah pihaknya berkordinasi dengan perusahaan angkutan truk yang menjelaskan bahwa si sopir juga ikut hilang bersama truknya.
Dugaan para pelaku yang sudah tergolong mafia itu didasarkan atas temuan truk yang dikemudian didapatkan di provinsi tetangga, seperti Sumbar dan Sumut. “Beberapa truk itu kemudian diketahui sudah berada di Medan dan Padang. Hal ini menguatkan dugaan kita bahwa rampok itu sudah tergolong mafia juga,” sebutnya.
Akibatnya maraknya aksi rampok itu, sebut Manurung pula, sejumlah perusahaan angkutan mengaku tidak berani lagi membawa muatan yang melintasi jalan kawasan Pinggir dan Kandis itu. “Tidak amannya ruas jalan itu sangat mengkhawatirkan kita,” tambahnya.
Terkait aksi rampok tersebut pihak Wilmar mengaku mengalami kerugian miliaran rupiah. Manurung mengharapkan agar kerawanan keamanan di sepanjang jalan itu menjadi perhatian pihak berwajib.(dpo)
Judul : Lintas Dumai-Kandis Rawan Rampok
Deskripsi : DUMAI - DumaiPortal.com – Jalan lintas Dumai-Pekanbaru makin tidak aman bagi angkutan produk perusahaan. Seperti yang dialami Wilmar Group D...